Kabupaten Majalengka

Posted on

Majalengka termasuk nama yang mirip digunakan bersama nama Kabupaten yang terletak di Jawa Barat. Sebagai Kota Kabupaten udah pasti  daerah ini mempunyai sejarah serta asal-usulnya sendiri. Hampir  setiap orang Majalengka Percaya bahwa Majalengka berasal berasal dari bhs Cirebon yaitu berasal dari kata Majae dan Langka, kata “Maja-e” berarti Buah Maja-nya, tengah kan kata “Langka” berarti Hilang atau tidak ada.

Sejarah
Pada zaman kerajaan Hindu-Buddha sampai dengan abad ke-15, di wilayah Kabupaten Majalengka terbagi menjadi 3 kerajaan: (1) Kerajaan Talaga Manggung dipimpin oleh Sunan Corenda atau lebih dikenal bersama sebutan Sunan Parung (2) Kerajaan Rajagaluhdipimpin oleh Prabu Cakraningrat (3) Kerajaan Sindangkasih, dipimpin oleh seorang puteri bernama Nyi Rambut Kasih[4].

Terdapat banyak cerita rakyat tentang ke-3 kerajaan selanjutnya yang hingga bersama selagi ini masih hidup di kalangan penduduk Majalengka. Selain cerita rakyat yang masih dipercayai termasuk terkandung situs, makam-makam dan benda-benda purbakala, yang kesemuanya itu selain menjadi kekayaan daerah termasuk mampu digunakan sebagai sumber sejarah.

Kerajaan Talaga Manggung
Pemerintahan Batara Gunung Picung
Kerajaan Hindu di Talaga berdiri pada abad XIII Masehi, Raja selanjutnya masih keturunan Ratu Galuh bertahta di Ciamis, dia adalah putera V, termasuk tersedia jalinan darah bersama raja-raja di Pajajaran atau dikenal bersama Raja Siliwangi. Sunan Talaga manggung putra Pandita Prabu Darmasuci putra Batara Gunung Picung putera Suryadewata putera bungsu berasal dari Maharaja Sunda Galuh Prabu Ajiguna Linggawisesa (1333-1340) di Galuh Kawali, Ciamis. Penguasa Kerajaan Sunda Galuh biasanya digelari Siliwangi. Daerah kekuasaannya meliputi Talaga, Cikijing, Bantarujeg, Lemahsugih, Maja dan lebih dari satu Selatan Majalengka.Pemerintahan Batara Gunung Picung terlalu baik, agam yang dipeluk rakyat kerajaan ini adalah agama Hindu.Pada era pemerintahaannya pembangunan prasarana jalur perekonomian udah dibuat sepanjang lebih 25 Km tepatnya Talaga – Salawangi di daerah Cakrabuana.Bidang Pembangunan lainnya, perbaikan pengairan di Cigowong yang meliputi saluran-saluran pengairan seluruhnya di daerah Cikijing.Tampuk pemerintahan Batara Gunung Picung berjalan 2 windu.Raja berputera 6 orang yaitu :- Sunan Cungkilak – Sunan Benda – Sunan Gombang – Ratu Panggongsong Ramahiyang- Prabu Darma Suci- Ratu Mayang KarunaAkhir pemerintahannya lantas dilanjutkan oleh Prabu Darma Suci.

Lihat Juga : Travel Jakarta Majalengka

Pemerintahan Prabu Darma Suci
Disebut termasuk Pandita Perabu Darma Suci. Dalam pemerintahan raja ini Agama Hindu berkembang bersama pesat (abad ke-XIII), nama dia dikenal di Kerajaan Pajajaran, Jawa Tengah, Jayakarta hingga daerah Sumatera. Dalam seni pantun banyak diceritakan tentang kunjungan tamu-tamu selanjutnya berasal dari kerajaan tetangga ke Talaga, apakah kunjungan tamu-tamu merupakan jalinan keluarga saja tidak banyak diketahui.Peninggalan yang masih tersedia berasal dari kerajaan ini antara lain Benda Perunggu, Gong, Harnas atau Baju Besi.Pada abad XIIX Masehi dia wafat bersama meninggalkan 2 orang putera yakni:- Bagawan Garasiang – Sunan Talaga Manggung

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung
Tahta untuk selagi dipangku oleh Begawan Garasiang,.namun dia terlalu mementingkan Kehidupan Kepercayaan supaya pada akhirnya tak lama lantas tahta diserahkan kepada adiknya Sunan Talaga Manggung.Tak banyak yang diketahui pada era pemerintahan raja ini selain kepindahan dia berasal dari Talaga ke daerah Cihaur Maja.

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung
Sunan Talaga Manggung merupakan raja yang populer hingga sekarang gara-gara sikap dia yang adil dan bijaksana serta perhatian dia pada agama Hindu, pertanian, pengairan, kerajinan serta kesenian rakyat.Hubungan baik berhubungan bersama kerajaan-kerajaan tetangga maupun kerajaan yang jauh, layaknya misalnya dengan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Cirebon maupun Kerajaan Sriwijaya.Dia berputera dua, yaitu :- Raden Pangrurah – Ratu Simbarkencana Raja wafat akibat penikaman yang dilaksanakan oleh suruhan Patih Palembang Gunung bernama Centangbarang. Kemudian Palembang Gunung menukar Sunan Talaga Manggung bersama beristrikan Ratu Simbarkencana. Tidak lebih dari satu lama lantas Ratu Simbarkencana membunuh Palembang Gunung atas arahan hulubalang Citrasinga bersama tusuk konde sewaktu tidur.Dengan meninggalnya Palembang Gunung, lantas Ratu Simbarkencana menikah bersama turunan Panjalu bernama Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu dan dianugrahi 8 orang putera di antaranya yang populer sekali putera pertama Sunan Parung.

Pemerintahan Ratu Simbarkencana
Sekitar awal abad XIV Masehi, di dalam tampuk pemerintahannya Agama Islam menyebar ke daerah-daerah kekuasaannya dibawa oleh para Santri berasal dari Cirebon.juga diketahui bahwa tahta pemerintahan selagi itu dipindahkan ke suatu daerah disebelah Utara Talaga bernama Walangsuji dekat kampung Buniasih (Desa Kagok Banjaran) .Ratu Simbarkencana sehabis wafat digantikan oleh puteranya Sunan Parung.

Pemerintahan Sunan Parung
Pemerintahan Sunan Parung tidak lama, hanya lebih dari satu th. saja.Hal yang perlu pada era pemerintahannya adalah udah adanya Perwakilan Pemerintahan yang disebut Dalem, antara lain di letakkan di daerah Kulur, Sindangkasih, Jerokaso Maja.Sunan Parung mempunyai puteri tunggal bernama Ratu Sunyalarang atau Ratu Parung.

Kerajaan Islam Talaga (Pengaruh Kasultanan Cirebon)
Pemerintahan Ratu Sunyalarang
Sebagai puteri tunggal dia naik tahta menukar ayahandanya Sunan Parung dan menikah bersama turunan putera Prabu Siliwangi bernama Raden Rangga Mantri atau lebih dikenal bersama Prabu Pucuk Umum.Pada era pemerintahannya Agama Islam udah berkembang bersama pesat. Banyak rakyatnya yang memeluk agama selanjutnya hingga pada akhirnya baik Ratu Sunyalarang maupun Prabu Pucuk Umum memeluk Agama Islam. Agama Islam berpengaruh besar ke daerah-daerah kekuasaannya antara lain Maja, Rajagaluh dan Majalengka.Prabu Pucuk Umum adalah Raja Talaga ke-2 yang memeluk Agama Islam. Hubungan pemerintahan Talaga bersama Cirebon maupun Kerajaan Pajajaran baik sekali. Sebagaimana diketahui Prabu Pucuk Umum adalah keturunan berasal dari prabu Siliwangi gara-gara di dalam hal ini ayah dia yang bernama Raden Munding Sari Ageung merupakan putera berasal dari Prabu Siliwangi. Jadi pernikahan Prabu Pucuk Umum bersama Ratu Sunyalarang merupakan perkawinan keluarga di dalam derajat ke-IV.Hal paling penting pada era pemerintahan Ratu Sunyalarang adalah Talaga menjadi pusat perdagangan di sebelah Selatan.

Pemerintahan Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum
Dari pernikahan Raden Rangga Mantri bersama Ratu Parung (Ratu Sunyalarang putri Sunan Parung, saudara sebapak Ratu Pucuk Umun suami Pangeran Santri ) melahirkan 6 orang putera yaitu :- Prabu Haurkuning – Sunan Wanaperih – Dalem Lumaju Agung- Dalem Panuntun – Dalem Panaekan Akhir abad XV Masehi, penduduk Majalengka udah beragama Islam.Dia sebelum saat wafat udah menunjuk putera-puteranya untuk memerintah di daerah-daerah kekuasaannya, layaknya halnya :Sunan Wanaperih memegang tampuk pemerintahan di Walagsuji; Dalem Lumaju Agung di kawasan Maja; Dalem Panuntun di Majalengka sedang putera pertamanya, Prabu Haurkuning, di Talaga yang selang lantas di Ciamis. Kelak keturunan dia banyak yang menjabat sebagai Bupati.Sedangkan dalem Dalem Panaekan dulunya berasal dari Walangsuji lantas berpindah-pindah menuju Riung Gunung, sukamenak, nunuk Cibodas dan Kulur.Prabu Pucuk Umum dimakamkan di dekat Situ Sangiang Kecamatan Talaga.

Pemerintahan Sunan Wanaperih
Terkenal Sunan Wanaperih, di Talaga sebagai seorang Raja yang memeluk Agama Islam pun termasuk semua rakyat di negeri ini semua udah memeluk Agama Islam. Dia berputera 6 orang, yaitu :- Dalem Cageur – Dalem Kulanata – Apun Surawijaya atau Sunan Kidul- Ratu Radeya – Ratu Putri – Dalem Wangsa Goparana. Diceritakan bahwa Ratu Radeya menikah bersama Arya Sarngsingan sedang Ratu Putri menikah bersama putra Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan bernama Sayid Faqih Ibrahim lebih dikenenalSunan Cipager. Dalem Wangsa Goparana pindah ke Sagalaherang Cianjur, kelak keturunan dia tersedia yang menjabat sebagai bupati layaknya Bupati Wiratanudatar I di Cikundul. Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji, tapi dia digantikan oleh puteranya Apun Surawijaya, maka pusat pemerintahan ulang ke Talaga. Putera Apun Surawijaya bernama Pangeran Ciburuy atau disebut termasuk Sunan Ciburuy atau dikenal termasuk bersama sebutan Pangeran Surawijaya menikah bersama putri Cirebon bernma Ratu Raja Kertadiningrat saudara berasal dari Panembahan Sultan Sepuh III Cirebon.Pangeran Surawijaya dianungrahi 6 orang anak yaitu – Dipati Suwarga-Mangunjaya – Jaya Wirya – Dipati Kusumayuda – Mangun Nagara – Ratu Tilarnagara Ratu Tilarnagara menikah dengan Bupati Panjalu (Kerajaan Panjalu Ciamis) yang bernama Pangeran Arya Sacanata yang masih keturunan Prabu Haur Kuning. Pengganti Pangeran Surawijaya ialah Dipati Suwarga menikah bersama Putri Nunuk dan berputera 2 orang, yaitu :- Pangeran Dipati Wiranata- Pangeran Secadilaga atau pangeran RajiPangeran Surawijaya wafat dan digantikan oleh Pangeran Dipati Wiranata dan sehabis itu diteruskan oleh puteranya Pangeran Secanata Eyang Raga Sari yang menikah bersama Ratu Cirebon mengantikan Pangeran Secanata. Arya Secanata memerintah ± th. 1762.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *