Definisi dan Unsur-Unsur yang Terdapat Pada Lighting Panggung Teater

Posted on

Definisi dan Unsur-Unsur yang Terdapat Pada Lighting Panggung Teater

Sewa Lighting Panggung Jakarta – Dalam pementasan teater yang dibutuhkan bukan hanya actor, aktris, pemain pembantu, naskah, sutradara, karena teater juga membutuhkan panggung yang siap dengan teknik lighting panggung yang baik.

Lighting merupakan penataan peralatan pencahayaan yang berfungsi untuk dapat menerangi penggung sebagai pendukung dari sebuah pementasan drama teater. Maka dari itu, tanpa menggunakan cahaya, maka pementasan darama tidak akan terlihat dengan jelas. Umumnya itulah fungsi dari lighting panggung untuk pertunjukan teater. Dalam pertunjukan teater, lighting di bagi jadi 2 fungsional.

Lighting Penerangan

Yang mana berfungsi sebagai lighting yang fungsinya sebatas menerangi panggung dan unsur-unsurnya sehingga pementasan teater bisa terlihat dengan jernih dan jelas.

Lighting Pencahayaan

Yang mana berfungsi sebagai artistic pementasan. Lighting ini bermanfaat untuk mendukung dan membentuk suasana yang sesuai sehingga bisa mengikuti tuntutan naskah.

Sedangkan dalam tata cahaya terdapat sejumlah unsur yang sangat penting yang sudah sewajarnya harus kita perhatikan dengan baik dan benar;

  1. Yang pertama yakni ketersediaan peralatan serta perlengkapan, yakni ketersediaan lampu, holder, kabel dan sejumlah peralatan yang masih ada hubungannya dengan lighting serta listik. Tidak ada batasan standar yang bisa memastikan seberapa banyak kebutuhan atas perlengkapan, seluruhnya bergantung dari keperluan naskah yang dipentaskan.
  2. Tata letak juga titik focus. Yang dimaksud dengan tata letak merupakan penempatan lampu sedangkan yang dimaksud dengan titik focus merupakan daerah jatuhnya cahaya. Pada dasarnya, penempatan dari lampu di pementasan tepatnya di atas atau di depan panggung jadi titik fokusnya berada persis di daerah panggung. Sudut penempatan serta titik focus paling efektif 450 derajat tepat di atas panggung. Akan tetapi, semuanya kembali lagi bergantung pada kebutuhan naskah. Ada yang berpendapat jika lighting panggung teater tata cahayanya harus bisa menerangi tiap sisi dari panggung, yakni di letakkan di depan, belakang, atas, kiri-kanan dan bawah juga bagian tengah.
  3. Yang dimaksud dengan keseimbangan warna merupakan keserasian pemakaian warna cahaya yang diperlukan. Hal ini artinya, lighting man harus mempunyai pengetahuan luas terutama berkaitan dengan warna.
  4. Penguasaan alat serta perlengkapan, seorang lighting man harus mempunyai pemahaman tetang sifat karakter cahaya dari peralatan tata cahaya. Sedangkan tata cahaya berhubungan erat dengan listrik jadi lighting man harus lebih berhati-hati ketika sedang melakukan tugasnya.
  5. Pemahaman tentang naskah, artinya lighting man harus memahami tentang naskah yang ingin dipentaskan. Tidak hanya itu saja, juga turut memahami maksud serta jalan pikiran dari sutradara yang menjadi penguasa paling tinggi dalam pertunjukan teater.